Kuliner Indonesia untuk Sherpa G20: Jagung Pulut Sampai Asam Maram

Sejumlah perwakilan Sherpa G20 menikmati sajian kuliner khas Indonesia dalam Pertemuan Sherpa G20 pertama pada 7 – 8 Desember 2021. Sherpa G20 adalah orang-orang yang mewakili kepala negara atau kepala pemerintahan yang akan datang dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 yang akan berlangsung di Bali pada 2022.

Bupati Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Hamim Pou berharap pengenalan kuliner Nusantara kepada perwakilan delegasi KTT G20 menjadi pintu masuk untuk mengenalkan komoditas unggulan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memantik investasi pada komoditas lestari, salah satunya pertanian,” kata Hamim. Pada kesempatan itu, delegasi dari 24 negara anggota, undangan, dan organisasi internasional hadir secara fisik di Jakarta. Ada pula 15 delegasi yang hadir secara virtual.

Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, Sintang, dan Siak termasuk salah satu kabupaten anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari atau LTKL yang membuat program Sustainable Culinary Journey atau Jelajah Rasa dan Budaya Lestari sejak 2019. Program ini sebagai sarana saling mempelajari dan menggali potensi kuliner daerah antara pegiat kuliner daerah dengan kota besar.

Beberapa aspek ‘lestari’ yang dimaksud dalam program ini adalah proses pengolahan hidangan yang tidak menimbulkan risiko bencana alam, menyejahterakan masyarakat dalam rantai pasok, serta bertanggung jawab dalam penggunaan energi dan limbah.

Berikut kuliner Indonesia yang tersaji dalam pertemuan Sherpa G20:

Jagung pulut dimasak dengan santan, kelapa parut, bawang merah, daun kemangi, terong, dan minyak kelapa. Semua bahan kemudian diracik sampai menjadi sup jagung yang lezat serta memiliki tiga rasa khas, yakni manis, asin, dan pedas. Binte berarti jagung, sedangkan biluhuta artinya disiram. Secara harfiah, makna kuliner aini adalah jagung yang disiram.

Selain binte biluhuta, ada juga sajian khas Gorontalo lainnya, seperti lalampa (semacam lemper dengan ikan tuna) dan sabongi (kue berbentuk kapsul yang terbuat dari singkong dan pisang). Kopi Gorontalo pun tersaji.

Bolu kemojo terbuat dari tepung terigu, mentega, gula pasir, telur, santan, vanili bubuk, garam. Salah satu ciri khas bolu kemojo adalah campuran air daun suji dengan air daun pandan yang dipanggang. Pencampuran air suji dan daun pandan ini menjadi pewarna alami bolu kemojo.

Buah maram dikenal juga dengan nama asam kelubi atau salak hutan. Buah tersebut tumbuh di daerah lembap, pada tanah gambut, dan di tepi sawah yang masih rimbun hutan. Jadi pada prinsipnya, buah asam maram ini hanya akan bisa tumbuh jika hutan dan gambut terjaga dengan baik.

Selain tiga kuliner tadi, ada berbagai hidangan khas Indonesia yang tersaji dalam pertemuan Sherpa G20. Di antaranya nasi kapau dari Minangkabau, pempek dari Palembang, nasi ulam dari Betawi, dan minuman pala dari Fakfak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.