Riset Penanganan Covid-19 BRIN 2022: Vaksin, Deteksi dan Pengawasan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan tahun depan BRIN akan melanjutkan program prioritas riset nasional 2020-2024. Namun, sebagian besar akan fokus pada riset penanganan pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

“Kita masih melanjutkan prioritas riset nasional, tapi hampir separuhnya akan fokus pada penanganan pandemi,” ujar dia dalam acara Webinar BRIN Akhir Tahun yang bertema Membangun Digital, Blue, dan Green Economy melalui Riset dan Inovasi, pada Rabu, 15 Desember 2021.

Untuk program prioritas riset nasional, Handoko melanjutkan, ada sembilan bidang yang akan dilakukan, yakni pangan-pertanian, pertahanan dan keamanan, rekayasa keteknikan, kemaritiman, multidisiplin, soshum-seni budaya-pendidikan, transportasi, energi baru dan terbarukan, serta kesehatan dan obat.

Sementara, untuk fokus riset penanganan pandemi tahun depan, akan fokus pada tiga hal, yaitu Vaksin Merah Putih, alat deteksi Covid-19 yang lebih murah dan mudah dipakai, dan pengawasan yang berbasis genome squensing.

“Kita harus mendukung Kementerian Kesehatan, jadi kita akan fokus pada itu dan support, termasuk obat-obatan ya,” katanya lagi sambil menambahkan bahwa ke depan kondisi pandemi masih belum diketahui, sehingga BRIN harus siap menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Selain itu, pada tahun 2022, Handoko berujar, BRIN juga akan melakukan riset terkait dengan kendaraan listrik dari berbagai aspek. Bahkan Handoko berharap bahwa akhir tahun depan Indonesia harus memiliki prototipe sistem transportasi untuk individu tanpa sopir.

“Ini bisa dipakai untuk area tertutup ya, misalnya perkantoran, kebun raya, dan sebagainya. Serta kemaritiman dan terkait dengan nioteknologi juga akan kami lakukan tahun depan,” tutur Handoko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.