Terkini Bisnis: Imbas Kelas BPJS Dihapus, Sebab Tiang Kereta Cepat Dibongkar

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Kamis petang, 9 Desember 2021 dimulai dari cara yang harus dilakukan peserta BPJS Kesehatan bila ingin mendapatkan kelas rawat inap yang lebih tinggi.

Berikutnya ada berita tentang penyebab tiang kereta cepat dibongkar dan lowongan kerja di Bank Mantap. Lalu ada berita tentang jaringan listrik baru yang dibangun PLN serta cerita bos Bank Jago soal persaingan bank digital.

Kelima berita itu terpantau paling banyak diakses oleh pembaca kanal ekonomi dan bisnis Tempo.co. Berikut ringkasan lima berita trending tersebut.

1. Kelas Rawat Inap BPJS Kesehatan Akan Dihapus, Bagaimana Jika Mau Layanan Lebih?

Kelas rawat inap BPJS Kesehatan akan dihapus mulai tahun depan dan diganti dengan kelas standar, sesuai perintah Pasal 23 ayat 4 UU Sistem Jaminan Sosial Nasional. Perubahan ini akan membuat peserta atau pasien pengguna BPJS Kesehatan harus mengeluarkan uang tambahan jika ingin mendapatkan kelas yang lebih tinggi.

Beleid tersebut menyebutkan peserta yang menginginkan kelas yang lebih tinggi dari pada haknya (kelas standar) dapat meningkatkan haknya dengan mengikuti asuransi kesehatan tambahan. Alternatif lain, peserta membayar sendiri selisih antara biaya yang dijamin oleh BPJS dan biaya yang harus dibayar akibat peningkatan kelas perawatan.

“Sehingga yang diatur adalah selisih biaya,” kata anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional atau DJSN Muttaqien saat dihubungi, Rabu, 9 Desember 2021.

Simak lebih jauh tentang BPJS Kesehatan di sini.

123 Selanjutnya

2. Bos KCIC Beberkan Sebab Tiang Kereta Cepat Harus Dibongkar dan Dibangun Ulang

Presiden Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan alasan pilar kereta cepat Jakarta-Bandung di DK46, Teluk Jambe, Kabupaten Karawang harus dibongkar dan dibangun kembali.

“Penyebabnya karena ada pergeseran alignment sehingga kontraktor harus bongkar dan bangun kembali,” ujar Dwiyana kepada Tempo, Kamis, 9 Desember 2021. Ia mengatakan pergeseran itu perlu dilakukan lantaran kesalahan kontraktor.

Karena itu, pemindahan pilar atau pier proyek tersebut tak menimbulkan tambahan biaya proyek. Pasalnya pekerjaan itu akan ditanggung oleh kontraktor.

Simak lebih jauh tentang kereta cepat di sini.

3. Bank Mantap Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 dan S2, Simak Syaratnya

PT Bank Mandiri Taspen atau juga dikenal dengan Bank Mantap resmi membuka lowongan kerja melalui Officer Development Program (ODP) bagi lulusan S1 dan S2. Batas waktu akhir pendaftaran untuk lowongan kerja ini adalah 31 Desember tahun 2021.

Saat ini, Bank Mantap yang merupakan anak usaha dari dua BUMN yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Taspen (Persero) tersebut tengah berfokus di segmen pensiunan dan UMKM.

“Ayo buruan siapkan diri dan daftarkan diri Rekanaker sebelum 31 Desember 2021! Mention teman, tetangga, dan saudaramu agar mereka tahu informasi baik ini. Selamat berjuang!” seperti dikutip dari unggahan di akun Instagram resmi Kementerian Ketenagakerjaan @kemnaker pada Senin lalu, 6 Desember 2021.

Simak lebih jauh tentang lowongan kerja di sini.

Sebelumnya 123 Selanjutnya

4. PLN Bangun Jaringan Listrik Baru untuk Pelanggan Korban Erupsi

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Adi Priyanto menyebut jumlah pelanggan terdampak letusan Gunung Semeru kini tersisa 2.482 pelanggan yang listriknya belum menyala atau padam, dari total 30.523 pelanggan.

“Hingga kini masih ada 2.482 pelanggan di Desa Supit Urang dan Desa Curah Kobokan yang listriknya belum dinyalakan karena rumah pelanggan rusak atau berada di zona belum aman, dan untuk penormalan kami masih menunggu informasi dari pihak berwenang dan kondisi aman,” kata Adi, di Surabaya, Selasa 7 Desember 2021.

Ia mengatakan, hingga Senin kemarin pukul 23.28 WIB, PLN UID Jatim telah memulihkan 112 trafo dan 28.041 warga telah kembali mendapatkan akses listrik.

Simak lebih jauh tentang PLN di sini.

5. Cerita Bank Jago Soal Persaingan Digital Banking sampai Kredit Rp 1.000

Manajemen PT Bank Jago Tbk (ARTO) bercerita soal lanskap bisnis perbankan digital yang diprediksi semakin ramai di tahun depan. Presiden Direktur Bank Jago Karim Siregar menilai perbankan lain akan semakin banyak meluncurkan layanan digital masing-masing ke depannya.

“Its very good, saya dari dulu belajar, dengan lebih banyak saingan, kami harus lebih introspeksi, bagaimana memberikan layanan dan produk yang lebih baik,” kata Karim dalam acara diskusi bersama media di Jakarta, Rabu, 8 Desember 2021.

Bank Indonesia memprediksi transaksi digital banking akan mencapai Rp 40 triliun pada 2021 dan meningkat Rp 48 triliun pada 2022.

Simak lebih jauh tentang Bank Jago di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.